Reporter Lancang Kuning Kunjungi Rumah Tiga Mahasiswa Korban Luka Atas Aksi Demo
Selasa 09 Februari 2021, 21:58 WIB
Siagaonline.com, Kuansing - Reporter Lancang Kuning mengunjungi rumah tempat tiga mahasiswa korban luka yang sedang beristirahat diduga akibat pukulan aparat saat aksi Demo Refleksi 10 Tahun Masa Jabatan Irwan Nasir, Selasa (9/02/2021).
Rian Rasid selaku koordinator lapangan GEMPUR bercerita, awalnya ia mencoba untuk masuk halaman Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti.
Tetapi di hadang oleh aparat sehingga terjadi aksi saling Dorong antara mahasiswa dan aparat
“Saat keadaan mulai memanas dan ricuh, Saya memastikan Kawan-Kawan yang ada dibelakang. Itu posisi saya masih di tengah, tiba-tiba ada mahasiswa yang dipukuli polisi, saya datengin dan bilang ‘pak-pak jangan-jangan’, tapi saya ditarek dan akhirnya saya lari untuk memastikan siapa yang berteriak ternyata ada 3 orang yang di hajar polisi,†terang Rian Rasid
Eko Darmawan bercerita bahwa saat ia diseret oleh sekitar tiga aparat 1 berseragam yang 2 lagi tidak mengunakan seragam menghempas dirinya dan melayangkan pukulan keras.
“Saat saya sedang ingin melerai teman saya yang sedang dihajar dan diserang oleh aparat. Tiba-tiba ada tiga orang aparat langsung menghantam Perut saya dengan tumbukan yang keras, kepala dan badan saya dihajar terus saya langsung berlari menuju kawan kawan masa aksi yang lari, sampai di situ pun masih dimaki-maki segala macam, kawan-kawan ditarik dan dihajar lagi,†jelasnya seraya menunjukan daerah bibir dan wajah yang memar dan tubuhnya yang memar dipukul aparat.
Eko darmawan juga mengalami sesak didada setelah mendapat pukulan dibagian punggung dan dada serta sisi kiri badannya. Sempat berusaha untuk lari menuju Tempat yang aman.
Ditempat lain M Amin yang merupakan salah satu peserta aksi demo juga dirawat, beberapa memar dibagian kepala dan wajah ia dapatkan. Awal mulanya dia berusaha untuk menyelamatkan temannya yang tertangkap oleh kepolisian, di saat itu pula tendangan dan pukulan secara brutal ia dapatkan.
Kata dia, saat salah satu peserta aksi yang merupakan tim medis berusaha untuk menolong. Celakanya, Kata eko itu justru mendapat pukulan juga.
“Saya berusaha mengamankan agar kericuhan,tidak terjadi tetapi saya malah di keroyok oleh segerombolan polisi,†cerita Eko.
Eko menambahkan, setelah itu ia hampir hilang kesadaran diri, namun ia masih mendapat perlakuan kasar polisi yang tidak berseragam, seperti memaki dan melempar bagian dadanya dengan hantaman kaki. Menurutnya ada sekitar 5 atau lebih polisi yang menyerangnya.
Setelah berhasil dilarikan ke tempat aman, tubuh eko terkulai lemas hingga mau muntah akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk diobati.
Tidak lepas dari itu Barep Prakoso selaku Ketum Pmii Kep. meranti mendapatkan sambutan yang sama oleh orang yang sama dengan hantaman di bagian kepala,sampai sampai kacamata yang dipakainya pecah.
"2 orang mahasiswa yang diperlakukan dengan tidak wajar oleh aparat sehingga saya berusaha menarek aparat tersebut, ternyata saya lansung di geruduk dan di hantam dengan hantaman yang keras di bagian kepala ,dan kenak dikaca mata saya dan akhirnya pecah," pungkas Barep.
Beliau melanjutkan bahwa permasalahan ini akan kita selesaikan keranah hukum.
"Kami tidak akan tinggal diam terhadap tindakan refresif yang dilakukan oleh aparat, kami akan bermain secara baik diranah hukum karena pada dasarnya kami menyampaikan aspirasi dilindungi undang undang," tegas Barep.
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |