Breaking News
Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang Tegaskan Anak Harus Tumbuh Tanpa Rasa Takut dari Perundungan | Komisi B DPRD Rohil Agendakan RDP Terkait Plasma PT  Jatim Jaya Perkasa | Wabup Bintan Deby Maryanti Terima Sertifikat Eliminasi Malaria Dari Kementerian Kesehatan RI | Herman Deru Paparkan Strategi Cetak 100 Ribu Sultan Muda pada Financial Literacy Award 2026 | Sekda Edward Candra Tegaskan Komitmen Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan di Sumsel | Herman Deru Tegaskan Persetujuan Raperda APBD 2025 Jadi Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah |

Polres Kuansing bersama TNI dan Pemerintah Desa Bersinergis Terbitkan Peti di Desa Marsawa
Kamis 11 Februari 2021, 16:39 WIB
Siagaonline.com, Kuansing - Bodoh dan Bandel menjadi julukan yang tepat bagi pelaku dan pemilik Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Polres Kuansing.

Hari ini Kamis (11/02/2021), Personel Polres Kuansing dan Jajaran Polsek Benai bersama anggota TNI dan Pemerintahan Desa Marsawa bergerak bersama melakukan penertiban PETI di Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Ada 19 personil gaubungan diantaranya 10 personil dari Sabhara Polres Kuansing, 3 personil dari Satreskrim Polres Kuansing, 5 personi dari Polsek Benai, dan 2 personil dari Koramil 02 Kuantan Tengah.

Hal ini dibenarkan Kapolres Kuansing, AKBP Henky Poerwanto, SIK, MM saat di konfirmasi awak media mengatakan bahwa penertiban ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Benai Iptu Donal Tambunan, SH, MH dan didampingi KBO Sat Sabhara Ipda Jumario dan Kadus Bukit Raya sdr. Windar

sementara pelaksanaan penertiban PETI berada di area kebun plasma masyarakat. 

Dikatakan Kapolres, dalam penertiban ini ditemukan 11 unit rakit dompeng, dengam 4 unit rakit dompeng yang sedang beroperasi.

Sesaat sebelum tim gabungan penertiban PETI tiba dilokasi, terlihat para pelaku melarikan diri meninggalkan lokasi yang mana meninggalkan alat alat operasionalnya.

"Personil kita langsung mengambil tindakan perusakan dan pembakaran 4 unit rakit dompeng tersebut agar tidak bisa dipergunakan kembali," terang Kapolres.

Lanjut Kapolres, dirinya kembali menghimbau agar masyarakat tidak kembali beraktifitas PETI, selain bisa membahayakan diri sendiri serta mengakibatkan kerusakan alam.

"Mari kita jaga lingkungan dan alam kita untuk masa depan anak cucu kita," ajak Kapolres.

Disela penetiban PETI ini, Kades Marsawa, Muhtar memberikan aspresiasi kepada jajaran Polri dan TNI khususnya Polres Kuansing dan jajaran dan Koramil 02 Kuanteng, yang telah melakukan penertiban PETI di wilayah Desa Marsawa.

"Saya ucapkan terima kasih, karena giat ini menjadi salah satu keinginan masyarakat. 

Kita harapkan kepada masyarakat dan aparat tidak ada kesalahapahaman, sebab ini juga merupakan tugas Kepolisian dan kita bersama," pungkas Kapolres.

Selain itu dirinya selaku Kades meminta adanya solusi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuansing untuk dapat memberikan solusi terkait PETI di Kabupaten Kuansing.

"Jelas kita harap Pemda untuk turun tangan dalam menanggani PETI ini, setidaknya bisa melegalkan aktivitas penambangan dengan adanya Tambang Rakyat," jelasnya.

Pantauan awak media di lapangan, terlihat aparat kesulitan pada saat menuju lokasi PETI, diantaranya harus menyerangi sungai, bahkan mirisnya lagi dua personil terperosok dalam lubang Dompeng.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda


Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top