Breaking News
DPRD dan Pemkab Bengkalis Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 | DPRD Setujui Kerja Sama Pengelolaan E-Ticketing Ro-Ro Air Putih–Sungai Selari | Wakil Ketua I DPRD Bengkalis Dukung Sinergi Pembangunan Riau di Hari Jadi ke-69 | Imigrasi Tanjungpinang Gelar Media Gathering, Bersinergi Cegah TPPO dan Perkuat Pelindungan | Gubernur Herman Deru: Pabrik CPO KUD Sejahtera Jadi Tonggak Kebangkitan Koperasi Sumsel | Wabup Bintan, Deby Maryanti Hadiri Rakor Forkopimda Regional Sumatera di Kota Batam |

Aksi Berdarah Kampak Tabagsel, Minta Copot Kejari Padangsidimpuan
Selasa 29 Juni 2021, 21:56 WIB
Siagaonline.com, Padangsidimpuan - Puluhan massa Kesatuan Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (Kampak) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Padangsidimpuan, Jalan Serma Lian Kosong, Selasa (29/6/2021).

Dari Pantauan wartawan, massa mulai berkumpul pada pukul 10.00 WIB dengan membawa sound sistem dan spanduk bertuliskan "Copot Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan". Namun, akibat kesal dengan proses hukum di Kota Padangsidimpuan, seorang massa melakukan aksi berdarah dengan melukai bagian kepala dan jarinya.

Saat melakukan orasi, Z Ansori Simanjuntak, mengatakan bahwa meminta kepada Kejari Kota Padangsidimpuan agar memberikan penjelasan terkait penangguhan penahanan tersangka kasus dugaan Korupsi di Puskesmas Sadabuan.

"Kejari Kota Padangsidimpuan diminta untuk tegas dalam kasus ini, karena kami menduga ada main mata dengan tersangka dugaan korupsi penggunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan di Puskesmas Sadabuan," tangkasnya.

Lanjutnya, kami meminta Kejari Kota Padangsidimpuan agar secepatnya melimpahkan berkas ke Pengadilan Kota Padangsidimpuan terkait dugaan tipikor yang terjadi di Puskesmas Sadabuan.

Sambung Ketua Umum Kampak Tabagsel, Sulthoni Siregar, mengatakan jika tidak ada respon dari Kejari Kota Padangsidimpuan, maka dalam waktu dekat kami akan melakukan unjukrasa di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara.

Dalam tuntutan, mereka juga meminta Ibu Kapolres Kota Padangsidimpuan agar segera mengusut tuntas laporan dugaan suap di DPRD terkait ketok palu LKPJ Walikota Padangsidimpuan.

Hingga pukul 15.00 WIB tidak ada yang hadir menanggapi, Massa pun membubarkan diri dengan tertib.(*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top