Breaking News
DPC Y-GANN Muara Enim Semarakan HUT RI Ke 81 Tahun Bermacam Perlombaan | Polsek Gunung Megang Memfasilitasi Rehabilitasi Narkoba Pemuda Siram Rumah Orang Tua Dengan BBM | DPD Pujakesuma Muara Enim Siap Sambut Rencana Kedatangan Jokowi | Mak-Mak Bagan Jawa Pesisir Sampaikan Aspirasi Kepada Anggota Dewan | Bus dari Palembang Bawa 991 Burung Liar, Terhenti Saat Diperiksa di Bakauheni | "SERU," Semarak Pertandingan Domino Dalam Rangka  Parheheon Amasa Resort HKBP Tembilahan 2026 |

Satgas Covid-19 Riau, Harapkan Jangan Sampai Ada Cluster di Sekolah
Senin 11 Oktober 2021, 18:59 WIB
Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau, tetap mengingatkan kepada seluruh sekolah mulai dari SD, SMP, SMA/SMK sederajat, termasuk TK dan PAUD, tetap menerapkan protokol kesehatan saat pembelajaran sekolah tatap muka terbatas. Termasuk tidak membenarkan siswa untuk membawa makan bersama disekolah.

Juru bicara Satgas penanggulangan Covid-19, dr Indra Yopi, mengatakan, ia telah mendapatkan laporan dari beberapa orangtua siswa, ada sekolah yang memperbolehkan makan bersama sesama siswa. Sementara pembelajaran hanya 2 sampai 4 jam di sekolah, dan tidak ada jam waktu istirahat.

"Sekolah tatap muka terbatas sekarang sudah mulai berjalan, untuk seluruh kepala sekolah, termasuk madrasah di Riau, tetap mempertahankan Prokes, tetap memakai masker, menjaga jarak dan jumlah siswa yang masuk, dengan kedisiplinan yang baik," ujar dr Indra Yopi, Senin (11/10).

"Saya dapat laporan dari wali murid, walaupun sudah ada batasan jam sekolah ada juga yang melanggar dan melewati batas. Bahkan ada sekolah yang makan bersama di sekolah, jangan sampai ada klaster baru akibat tatap muka. Jangan abai dan senang dengan kondisi saat ini, tetap jaga Prokes," tambahnya.

Dijelaskan dokter ahli paru ini, saat ini pemerintah telah menerapkan program vaksinasi bagi pelajar usia 12 tahun keatas, atau pelajar SMP dan SMA/SMK. Namun untuk pelajar yang dibawah 12 tahun belum ada program vaksinasi. Untuk itu perlu menjaga Prokes di sekolah tatap muka di saat di ruang sekolah, walaupun anak-anak. Karena anak seusia TK dan PAUD bisa saja menularkan ke orangtua dan keluarga.

"Kalau anjuran IDI pembelajaran tatap muka semua pelajar sudah divaksin, vaksinasi dibawah 12 tahun kalau SMP SMA sudah vaksin. Tapi untuk SD, TK dan PAUD belum. Jadi Satgas dicsekolah harus berjalan dengan baik, kalau ada kasus nanti bisa ditutup. Bisa online lagi bisa rugi lagi. Intinya sekolah tatap muka, jangan bawa makanan ke tempat sekolah dengan makan hersama," tegas Indra Yopi.

Sementara itu, terkait dengan sarana dan prasarama olahraga di tempat umum, Indra Yopi mengatakan, sudah boleh dibuka dengan penerapa Prokes. Seperti di provinsi lain bahkan di Jakarta sarana olahraga seperti gim sudah dibuka, tapi dengan Prokes. Apalagi di daerah tersebut sudah mencapai vaksinasi 70 persen.

"Sarana olahraga boleh dibuka dengan Prokes yang ketat. Di Jakarta sarana olahraga gim saja sudah bisa dibuka dengan Prokes," ungkapnya. (Mar)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top