Breaking News
Dini Hari, Polres Bengkalis Gerebek Rumah di Bathin Solapan, 5,25 Gram Ekstasi Diamankan | Dari Kulim untuk Masyarakat, FPKB Jalin Sinergi Sosial dengan PT Rotte | DPRD Bengkalis Gelar Rapat Paripurna, Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS 2027 | Semarak HUT RI ke-81, Hendrik Firnanda Pangaribuan Buka Turnamen Domino Jilid II | Empat Wartawan Diamankan di Polsek Kamang Baru, Polisi Periksa Dugaan Pemerasan dan Temuan Air Gun | Police Goes to School, Kapolres Pekalongan Kota Edukasi Pelajar SMA 4 tentang Bahaya Bullying |

Ditahun 2022 Ini Benteng Fort de Kock Bukitinggi Bakal di Revitalisasi
Jumat 07 Januari 2022, 22:08 WIB
SiagaOnline.com, Bukittinggi – Pemerintah kota (Pemko) Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat, bakal merevitalisasi salah satu peninggalan sejarah era kolonial Belanda, yaitu Benteng Fort de Kock.
 
Peninggalan sejarah yang kini menjadi objek wisata itu, letaknya bersebelahan dengan Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK).
 
“Revitalisasinya direncanakan pada 2022 ini. Model revitalisasi akan memadukan konsep historical edukatif atau perpaduan konsep objek wisata antara sejarah dan pendidikan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Perpora) Kota Bukittinggi, Supadria kepada awwk media, Jumat (7/1).
 
Dijelaskan Supadria, Benteng Fort de Kock yang dibangun pada 1825 oleh Kapten Bouer itu banyak menyimpan sejarah peninggalan pemerintahan Hindia Belanda.
 
Dibangunnya benteng, lanjut dia diantaranya, adalah menangkal gempuran rakyat Minangkabau selama berlangsungnya perang Padri.
 
Nama benteng Fort de Kock, diambil dari nama Baron Hendrik Merkus de Kock. Selaku Komandan der Tropen dan wakil gubernur jendral Hindia Belanda kala itu yang berkedudukan di Bukittinggi.
 
Awal didirikan, benteng dinamai Sterrenschans (tempat berbentuk bintang) karena bentuknya. Akan tetapi, Baron Hendrik Merkus de Kock kemudian mengubah namanya menjadi Benteng Fort de Kock.
 
Disisi lain, sambung Supadria, selain berfungsi sebagai kubu pertahanan, benteng Fort de Kock juga menjadi tanda bahwa Belanda telah menanamkan kekuasaan diwilayah Bukittinggi, Agam dan Pasaman.
 
Kini benteng yang meninggalkan catatan sejarah rakyat Minangkabau telah beberapa kali dilakukan pemugaran dan pada 2022 ini juga akan dilakukan revitalisasi.
 
“Untuk anggaran revitalisasi, Pemko Bukittinggi sudah mencadangkan dana senilai Rp2 miliar lebih,” ujar Supadria. (Nia)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top