Breaking News
Kapolres Muara Enim Berikan Penghargaan kepada Personel Berprestasi Ungkap Kasus Pembunuhan dan Kehumasan | Pemprov Riau Segera Lebarkan Dua U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai Untuk Urai Kemacetan Simpang SKA | Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh | Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim Desa Tanjung Agung Dan Desa Seleman Ditetapkan Sebagai Desa Binaan Imigrasi | Program MBG Dukung Efisiensi di Pemprov Riau, Imbas Penurunan Retribusi Dilakukan Pelibatan Kantin Sekolah  | Ketua TP PKK Rohul dr Yeni Motivasi Finalis Bujang dan Dara Rohul |

Aktivis Muara Enim Hendarwin Tegaskan Viral Pekerjaan Proyek Asal Asalan Dimana Peran PPK dan Pengawas
Kamis 25 Desember 2025, 20:34 WIB

SiagaOnline.com, Muara Enim - Polimik yang terjadi tentang pemberitaan proyek di Kabupaten Muara Enim terkesan dikerjakan asal-asalan atau tidak tepat sasaran terkesan mubazir.

Terkait hal itu, Salah satu Aktivis Muara Enim Hendarwin Jaya mengatakan, PPK dan pengawas acap kali jadi sasaran tembak atau disalahkan, karena diduga tidak mengawasi dengan baik kalau proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi dan progressnya, Kamis (25/12/2025). 

"Padahal tidak semua PPK dan pengawas seperti itu, masih bayak PPK dan pengawas yang berkerja dengan baik serta profisional sesuai keahliannya serta bidangnya," tutur Darwin.

Untuk itu, Darwin menyikapi hal ini, agar Bupati Muara Enim harus cepat tanggap serta memikirkan nasib serta kesejahteraan PPK.
untuk lebih berkerja secara profesional. Bukan hanya itu saja, untuk kesejahteraan PPK dan pengawas terkait honor juga harus diperhatikan. 

"Ini sudah ada aturannya, seperti Peraturan Menteri Keuangan PMK 
No 39 Tahun 2024 tentang standar biaya masukan SBM. Dan juga Perpres terkait barang dan jasa.
Pepres No 12 tahun 2021 tentang perubahan atas Pepres No 16 tahun 2018," bebernya.

Ia mengatakan, besaran honorarium PPK dan pengawas bersifat spesifik dan dinamis mengacu pada peraturan daerah/ kabupaten/kota yang di kelola dalam satu tahun anggaran.
berdasarkan pagu proyek.

"Apabila Perda honorarium ini sudah ada, tidak ada lagi alasan proyek yang dikerjakan asal-asalan. PPK harus bertanggung jawab penuh. Sehingga, PPK dan pengawas berkerja dengan baik karena sudah ada pendapattan resmi sesuai aturan," tambahnya.

Bupati Muara Enim juga harus cepat menerbitkan perdanya. Sebab, ini salah satu untuk pencegahan korupsi,kolusi nepotisme (KKN). Sehingga pembagunan di Kabupaten Muara Enim benar-benat berkualitas dan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat serta tepat sasaran.

Selain itu, dengan tingkat resiko yang tinggi diemban oleh PPK dan Pengawas apa yang mereka dapatkan?.  Disatu sisi cara berpikir masyarakat yang berasumsi bahwa PPK / Pengawas mendapatkan sesuatu dari kegiatan tersebut.

"Itulah selalu menjadi bulan-bulanan pemeriksaan. Bisa saja menjadi ATM berjalan atas resiko yang ada. Jadi dengan adanya kewajiban hak pun harus di berikan agar mereka bekerja lebih penuh tanggung jawab dan berkompeten serta bertanggung jawab penuh, tidak asal menjadi PPK atau pengawas saja. Semoga Kabupaten Muara Enim sejahtera sesuai program Bupati Membara," tukasnya.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top