Breaking News
Dalam Rangka Menyambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bengkalis Gelar Sunat Massa l Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu | Pengedar Sabu di Desa Bumbung Bathin Solapan Ditangkap, Berawal dari Laporan Call Center 110 | Defizon: Kloter BTH 12 Jadi Penutup Kepulangan Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama  | SPMB Riau Segera Ditutup, Pendaftar Diimbau Optimalkan Pilihan Kedua dan Ketiga  | Pelamar Bisa Daftar Secara Online Dalam Kota Pekanbaru Job Fair 2026 | Dispusip Gelar Pameran Foto Geliat Kota dari Masa ke Masa Pada Momen HUT Pekanbaru |

Tokoh Pemuda Dempo Tengah Sayangkan Bangunan Proyek di Lematang Teracam Gagal 
Jumat 17 April 2026, 16:36 WIB

Siagaonline.com, Pagaralam - Proyek strategis nasional (PSN) yang dulu dicanangkan Presiden RI Joko Widodo untuk menguatkan ketahanan pangan, ternyata tidak semua berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.

Bahkan sampai saat ini belum berfungsi, air belum mengalir, banyak rusak, menjadi semak belukar.

Apalagi posisinya berapa di daerah terpencil, khususnya irigasi di Lematang yang sudah menelan anggaran cukup pantastis mencapai Rp1 Triliun, justru ada dugaan hanya dimanfaatkan untuk praktek  korupsi.

"Kami mengamati pelaksaan proyek lematang banyak sekali terjadi kejanggalan, mulai dari beberapa kali terjadi perubahan RAB, termasuk dugaan penanaman pohon dan taman  sepanjang jalur irigasi yang dengan anggaran mencapai Rp10 miliar, semunya tidak ada," kata Jangsyah tokoh pemuda Kecamatan Dempo Tengah, Jumat, 17 April 2026.

Belum lagi, kata dia, pekerjaan saluran irigasi yang dilakukan tidak sesuai dengan harapan, sekarang tidak jelas pembangunan irigasi ini, biasanya setiap irigasi dibangun pasti terlebih dahulu jalur induk dengan ukuran besar dan sama rata, tapi justru pembuatanya seperti ombak.

"Memang air tidak mengalir, bangunan banyak rusak dan masih ada juga yang belum selesai masih belum dikerjakan," kata dia. 

Dia mengatakan, tidak hanya banyak yang rusak,  tertimbun tanah, ditumbuhi rumput dan kondisi lahan yang mau dijadikan sawah juga belum jelas.

"Kami juga belum jelas lahan yang akan dijadikan sawah, kemudian pembangunan jaringan irigasi juga menimbulkan masalah baru kerusakan lingkungan berupa longsor dan banjir," ujar dia.
 
Sementara itu tokoh masyarakat Pelangkenidai Kecamatan Dempo Tengah, Rasmizal SH mengatakan, bukan tidak mendukung pembangunan irigasi ini tapi arahnya tidak jelas, sawah yang dahulunya sudah ada irigasi justru sekarang kesulitan air.

"Ada puluhan hektare sawah yang tidak dapat suplay air karena irigasi lama sudah dihilangkan yang baru belum berfungsi, bahkan  air nya saja belum mengalir," ungkap dia. 

Dia mengatakan, sepertinya pengerjaan asal jadi, baik pembuatan saluran utama, pembagi dan bahkan termasuk pembuatan pintu air banyak yang tidak sesuai dengan kondisi daerannya.

"Kami bingung yang lama masih belum sempurna tapi katanya akan dilanjutkan tahap berikutnya," ungkap dia.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top