Breaking News
Pengedar Sabu di Desa Bumbung Bathin Solapan Ditangkap, Berawal dari Laporan Call Center 110 | Defizon: Kloter BTH 12 Jadi Penutup Kepulangan Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama  | SPMB Riau Segera Ditutup, Pendaftar Diimbau Optimalkan Pilihan Kedua dan Ketiga  | Pelamar Bisa Daftar Secara Online Dalam Kota Pekanbaru Job Fair 2026 | Dispusip Gelar Pameran Foto Geliat Kota dari Masa ke Masa Pada Momen HUT Pekanbaru | Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis |

Sentuhan Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru di Desa Burai: Dari Tenun hingga UP2K Naik Kelas
Kamis 23 April 2026, 22:05 WIB

Siagaonline.com, Ogan Ilir — Ketua TP PKK Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru, kembali mengunjungi Desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (23/04/2026). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh para pengrajin dan pelaku UMKM setempat.

Feby mengaku membawa rasa rindu saat kembali menginjakkan kaki di desa tersebut, yang pernah ia kunjungi beberapa tahun lalu.
“Saya pernah ke sini beberapa tahun lalu. Senang sekali hari ini bisa kembali lagi dan bertemu ibu-ibu pengrajin hebat Burai,” ujarnya saat menyapa warga.

Dalam kunjungan bersama jajaran Dekranasda Sumsel itu, Feby tidak hanya bernostalgia, tetapi juga meninjau langsung perkembangan berbagai produk kerajinan unggulan Desa Burai, seperti kain tenun, anyaman purun, serta produk makanan dari kelompok UP2K.

Saat meninjau hasil tenun, Feby memberikan sejumlah masukan agar kualitas produk semakin meningkat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Tenunnya sudah cantik, tinggal dirapikan lagi. Agar ketika masuk etalase toko besar, semakin menarik perhatian. Detail kecil justru dapat meningkatkan nilai jual,” katanya.

Perhatian juga diberikan pada produk makanan UP2K. Feby menekankan pentingnya kemasan yang menarik, higienis, serta mencantumkan informasi yang jelas bagi konsumen.
“Soal makanan, kemasan harus menarik dan bersih. Cantumkan tanggal kedaluwarsa agar pembeli semakin percaya. Tempat produksinya juga harus dijaga, karena dari dapur yang bersih lahir rezeki yang berkah,” pesannya.

Selain memberikan evaluasi, Feby juga mendorong inovasi produk, khususnya pada kerajinan purun. Ia mengusulkan agar pengrajin tidak hanya memproduksi tikar, tetapi juga mengembangkan produk lain yang bernilai budaya.
“Purun ini lentur dan bisa dibentuk berbagai produk. Coba dibuat tanjak dari purun, pasti unik dan memiliki nilai budaya tinggi,” ujarnya, yang disambut antusias para pengrajin.

Kunjungan tersebut semakin istimewa dengan kehadiran rombongan Nasima School Semarang yang turut melihat langsung potensi UMKM Desa Burai.

Melalui kunjungan ini, Feby menegaskan bahwa perbaikan kecil yang dilakukan hari ini merupakan langkah awal menuju kemajuan yang lebih besar. Menurutnya, produk unggulan desa bukan hanya untuk dipasarkan, tetapi juga menjadi sumber kebanggaan serta peningkatan kesejahteraan keluarga.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top