Siagaonline.com, Muara Enim - Peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali menjerat kepala daerah di Kabupaten Muara Enim menyisakan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat berbagai doa dan harapan disampaikan warga agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Bumi Serasan Sekundang Kabupaten Muara Enim.
Sebelumnya warga ujanmas Dirmanto juga melakukan penyembelihan satu ekor ayam dan dilanjutkan oleh Khailani juga melakukan penyembelihan di depan Pemda Muara Enim.
Salah satunya datang dari Khairlani (50), warga Semende dan kawan kawan menggelar penyembelihan dua ekor ayam di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Rabu (10/06/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar simbolis tolak balak dan doa bersama agar Kabupaten Muara Enim terhindar dari berbagai musibah, termasuk persoalan hukum yang menimpa para pemimpinnya.
Khairlani menegaskan, kegiatan yang dilakukannya bukanlah bentuk rasa syukur atas tertangkapnya Bupati Muara Enim dalam OTT KPK, melainkan ungkapan keprihatinan sekaligus doa agar peristiwa tersebut menjadi yang terakhir.
"Saya sebagai warga Semende sengaja menyembelih dua ekor ayam di depan Kantor Pemkab Muara Enim ini bukan karena bersyukur atas ditangkapnya Bupati Edison dalam OTT KPK.
Sama sekali bukan itu maksudnya. Ini merupakan bentuk doa dan permohonan kami kepada Allah SWT agar musibah seperti ini cukup sampai di sini dan tidak terulang lagi di Kabupaten Muara Enim," ujar Khairlani.
Ia mengatakan, masyarakat mendambakan pemimpin yang amanah, jujur, serta mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik tanpa tersandung persoalan hukum.
"Kami ingin daerah yang kami cintai ini dipimpin oleh pemimpin yang amanah, jujur, dan bebas dari persoalan hukum. Kami berharap jangan sampai ada lagi pemimpin Muara Enim yang terjerat kasus korupsi atau OTT KPK di masa mendatang," katanya.
Selain memanjatkan doa kepada Allah SWT, Khairlani juga mengaku mendoakan para leluhur atau puyang-puyang Muara Enim agar mendapatkan ketenangan.
Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki sejarah dan budaya yang kuat, Muara Enim harus dijaga bersama melalui kepemimpinan yang bersih dan berintegritas.
Lebih lanjut, ia menilai peristiwa yang terjadi saat ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pejabat dan penyelenggara pemerintahan.
Jabatan, menurutnya, merupakan amanah rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan integritas.
"Pemimpin yang dipilih rakyat harus menjaga amanah, bekerja untuk kepentingan masyarakat, dan menjauhi segala bentuk korupsi. Semoga ke depan Muara Enim dipimpin oleh sosok yang adil, bijaksana, dan benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat," tegasnya.
Kasus OTT yang kembali terjadi di Kabupaten Muara Enim menjadi perhatian luas masyarakat.
Banyak pihak berharap peristiwa tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Masyarakat juga berharap seluruh unsur pemerintahan menjadikan kejadian ini sebagai bahan introspeksi bersama guna memperbaiki sistem pengawasan dan pelayanan publik.
Dengan kepemimpinan yang berintegritas serta berpihak kepada kepentingan rakyat, Kabupaten Muara Enim diyakini mampu bangkit, menjaga kepercayaan masyarakat, dan melanjutkan pembangunan menuju masa depan yang lebih baik.
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |