Siagaonline.com, Rokan Hulu– Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia bidang keinsinyuran melalui partisipasi pada kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pengisian Indeks Kompetensi Daerah (IKD) yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Aula Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendataan kompetensi insinyur yang lebih terstruktur. Data yang dihimpun melalui IKD diharapkan mampu menjadi acuan dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat, efektif, dan sesuai kebutuhan.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu diwakili Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ir. Fachrudin Siregar, ST., M.T., yang juga menjabat sebagai pengurus Persatuan Insinyur Indonesia Kabupaten Rokan Hulu.
Dalam sambutannya, Fachrudin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya, khususnya tenaga keinsinyuran.
"Pembangunan daerah membutuhkan dukungan tenaga insinyur yang kompeten dan profesional. Melalui pengisian IKD ini, pemerintah daerah akan memiliki basis data yang lebih akurat mengenai potensi dan kompetensi SDM keinsinyuran sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan para praktisi merupakan fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berbasis kompetensi. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menghasilkan kebijakan yang lebih terarah sekaligus mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Sementara itu, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Kabupaten Rokan Hulu, Dr. Ir. H. Purwo Subekti, ST., M.T., IPM., mengatakan bahwa pengisian IKD memiliki nilai strategis karena mampu memberikan gambaran nyata mengenai kualitas kompetensi para insinyur di daerah.
"PII memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memastikan para insinyur Indonesia memiliki kompetensi yang terdata dengan baik. Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berpartisipasi aktif sehingga data yang dihasilkan benar-benar mendukung pembangunan daerah berbasis kompetensi," katanya.
Dukungan juga disampaikan dari kalangan akademisi. Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Pasir Pengaraian, Dr. Yose Rizal, ST., M.T., menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak lulusan teknik yang mampu menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan pembangunan.
Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara dunia pendidikan, pemerintah, dan organisasi profesi akan memperkuat mutu pendidikan teknik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional.
Kegiatan tersebut turut melibatkan dosen Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian, yakni Ahmad Fathoni, ST., M.T., Rismalinda, ST., M.T., dan Alfirahmi, ST., M.Eng., yang memberikan pendampingan teknis kepada peserta dalam proses pengisian IKD.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan pendampingan untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme pengisian serta pentingnya validitas data kompetensi sebagai salah satu indikator dalam mendukung perencanaan pembangunan.
Melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Persatuan Insinyur Indonesia, dan Universitas Pasir Pengaraian, pengisian Indeks Kompetensi Daerah diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat, sehingga menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih terukur, profesional, dan berkelanjutan.
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |