Breaking News
Terpeleset dari Buritan Kapal, Nopianto Bertahan Semalaman hingga Diselamatkan Warga | Dua Pelaku Curat di Ujan Mas Ditangkap Tim Trabazz Polsek Gunung Megang | Periska PTBA Dorong Pemberdayaan UMKM Berjalan Optimal | Apel Siaga Karhutla di Concong, Perkuat Sinergi Stakeholder dan Masyarakat Hadapi Ancaman El Nino 2026 | Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun Secara Rutin Melaksanakan Kegiatan Senam Pagi | Sekda Medison Minta Wasit Pimpin Pertandingan Secara Adil, 36 Pengadil Disiapkan untuk DCL 2026 |

Berawal dari Michat, Pemuda di Sidimpuan Terjebak dalam Jerat Pemerasan yang Bertubi - tubi
Selasa 16 Juli 2024, 10:04 WIB

SiagaOnline.Com, Padangsidimpuan - Seorang pemuda lajang berinisial JAH (30), warga Kota Padangsidimpuan yang kesehariannya memiliki pekerjaan serabutan, iseng-iseng sengaja mengunduh aplikasi Michat pada hari Senin, 15 Juli 2024, dan hal ini menjadi awal dari penderitaan yang dialaminya.

Ketika sedang menikmati konten di aplikasi tersebut, JAH bertemu dengan seorang pengguna yang menawarkan silaturahim melalui panggilan video tanpa pamrih. Meskipun interaksi awalnya terasa menyenangkan, keadaan mulai memburuk ketika JAH menerima panggilan dari nomor tak dikenal setelah berinteraksi dengan teman panggilan video tersebut.

Pria tersebut mengaku berasal dari salah satu media nasional dan mengirimkan foto yang diedit seolah-olah JAH terekam dalam video tanpa busana melalui WhatsApp. Foto tersebut disertai narasi yang menyesatkan, menyebutkan bahwa video tersebut telah tersebar luas akibat kelalaian JAH dalam menggunakan media sosial.

Ketakutan melanda JAH ketika foto tersebut disebar seolah-olah telah menjadi viral di media ternama di Indonesia. Pengirim foto tersebut mengaku berasal dari media tersebut dan menawarkan bantuan untuk menghapus foto tersebut secara permanen dengan imbalan tertentu. Ancaman disertai dengan narasi yang menakutkan, mengarahkan JAH untuk segera merespons agar tidak dianggap tidak kooperatif.

Dalam kepanikan, JAH mentransfer biaya yang diminta untuk menghapus foto tersebut, meskipun sebenarnya ia hanya seorang pekerja serabutan yang tidak begitu paham tentang hal tersebut.

Kisah ini semakin rumit ketika JAH menerima panggilan dari pihak oknum tak dikenal yang mengaku dari kepolisian dan mengklaim akan mengeluarkan surat panggilan untuk klarifikasi. Namun, pihak oknum yang mengaku kepolisian itu juga menawarkan kesempatan untuk mengubah BAP (Berita Acara Pemeriksaan) jika JAH bersedia membayar sejumlah uang.

Dalam keadaan panik, JAH berusaha memenuhi semua permintaan yang diterimanya, termasuk mentransfer uang ke rekening yang diberikan oleh pihak terkait.

Situasi semakin tegang ketika pihak yang diduga terlibat dalam penipuan kembali menghubungi JAH, kali ini dengan alasan bahwa JAH telah dimonitor oleh Komisi Perlindungan Anak.

Dalam keadaan terdesak, JAH memutuskan untuk berbagi kisahnya dengan siagaonline.com dan awak media ini menyarankan agar JAH menghentikan semua interaksi dengan pihak yang terlibat dalam masalah tersebut dan berhati-hati ke depannya dalam menggunakan gadget karena rentan mengundang masalah.

"Tidak perlu lagi merespon panggilan terkait masalah ini karena saya curiga itu adalah upaya penipuan. Lebih baik blokir saja agar tidak menjadi beban pikiran lagi, bila perlu kita akan dampingi melapor kepihak kepolisian agar diselidiki." ujar SiagaOnline.com, kepada JAH usai menceritakan kisah yang dialaminya.(Amils)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top