SiagaOnline.Com, Padangsidimpuan - Kerusakan parah jalan Simangambat di Tapanuli Selatan memunculkan inovasi tak lazim. Batang kelapa kini menjadi jembatan darurat untuk menutupi gorong-gorong rusak, menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.
Sejumlah titik di Jalan Provinsi Simangambat, yang menghubungkan Kota Sipirok dengan Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mengalami kerusakan parah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah. Pengguna jalan melaporkan kondisi jalan yang berlobang, bergelombang, dan sulit dilewati, terutama di wilayah Aek Torop Desa Nanggar Jati, Kecamatan Arse.
Murni Siregar, seorang warga setempat, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jalan yang dulunya terawat namun kini terlantar. Dia mengungkapkan bahwa badan jalan Simangambat selalu terjaga sejak era Suharto hingga beberapa tahun lalu, namun sekarang kondisinya sangat berbeda. Bahkan, pihak yayasan pendidikan telah menggunakan batang kelapa sebagai jembatan darurat untuk menutupi gorong-gorong yang rusak.
" “Dari Jaman Suharto hingga ke beberapa tahun lalu badan jalan Simangambat ini selalu terawat,” ungkap Murni.
Warga Desa Pinagar terpaksa menyiram badan jalan untuk menghindari debu saat kenderaan melintas, menunjukkan tingkat kesulitan yang mereka hadapi akibat rusaknya jalan. Permintaan pun dilayangkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemkab Tapsel untuk memperhatikan dan memperbaiki ruas jalan Simangambat secara menyeluruh.
Situasi tidak lazim di Jalan Simangambat menyoroti kebutuhan mendesak perbaikan infrastruktur jalan di daerah tersebut. Penggunaan batang kelapa sebagai jembatan darurat menjadi simbol dari ketidakmampuan pemerintah dalam memelihara jalan yang vital bagi masyarakat setempat. (Amils)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |