Breaking News
Wabup Bintan Deby Maryanti Terima Sertifikat Eliminasi Malaria Dari Kementerian Kesehatan RI | Herman Deru Paparkan Strategi Cetak 100 Ribu Sultan Muda pada Financial Literacy Award 2026 | Sekda Edward Candra Tegaskan Komitmen Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan di Sumsel | Herman Deru Tegaskan Persetujuan Raperda APBD 2025 Jadi Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah | Ketua DPRD Siak Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polisi | Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Tanam 100 Bibit Mangrove |

Ada Laporan Dugaan Perang Sarung, Polsek Kedungwuni Berhasil Gagalkan dan Amankan 9 Remaja
Minggu 16 Maret 2025, 16:47 WIB

SiagaOnline.com, Pekalongan  – Mendapat laporan dari warga dugaan akan adanya perang sarung oleh sekelompok anak dan remaja, Polsek Kedungwuni langsung merespon cepat dan bergegas mendatangi lokasi, Minggu (16/3/2025) dini hari. Hasilnya perang sarung dapat digagalkan dan 9 anak remaja diamankan.

 

Kapolsek Kedungwuni Iptu R. Yonanta Edy Pranawa,S.H., M.H. mengatakan personil Polsek Kedungwuni intens dalam melaksanakan patroli wilayah sebagai upaya untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama di bulan Ramadhan. Patroli dilaksanakan pada jam-jam rawan serta lokasi yang disinyalir rawan gangguan kamtibmas. Dan saat melaksanakan patroli anggotanya mendapatkan informasi dari warga terkait adanya sekelompok anak yang hendak perang sarung. Petugas pun langsung bergegas menuju ke lokasi.

 

“Di bulan Ramadhan ini sedang marak perang sarung, serta kegiatan negatif yang semestinya tidak dilakukan oleh anak-anak maupun pemuda. Kami dari Polsek Kedungwuni intens dalam patroli wilayah, sebagai upaya menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif,” terang Kapolsek Kedungwuni.

 

Iptu Yonanta mengungkapkan, dalam patrolinya itu, pihaknya mengamankan 9 anak yang diduga hendak melakukan perang sarung.

 

“Mereka selanjutnya kami bawa ke Polsek untuk dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

 

Kapolsek menambahkan, bahwa perang sarung yang kerap dilakukan saat Ramadan ini bukanlah tradisi positif, karena bisa berkembang menjadi aksi tawuran jika tidak segera ditindak. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada para orang tua agar mengawasi anak-anaknya, jangan sampai bulan Ramadhan yang penuh berkah ini disalahgunakan untuk melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat.

 

"Sebagai langkah lanjutan, polisi memanggil orang tua untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak tersebut," pungkas Kapolsek. 

(ims/afk)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda


Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top