Lucu, Sekertaris Kesehatan Sergai Ngaku LSM kepada Wartawan
Selasa 23 Februari 2021, 19:23 WIB
Siagaonline.com, Serdang Bedagai - Untuk mengelabui setiap pertanyaan wartawan, dr Helmi N. I. Sinaga, MKes mengaku anggota dari salah satu LSM, Senin (22/2/21).
"Saya anggota LSM juga kok, jangan saya yang dikonfirmasi, tanya saja PPK dan Ibu Kadis sebagai penanggung jawab pengguna anggaran. Saya tidak tahu menahu mengenai anggaran tentang tes rapid yang diberikan KPUD dalam Pilkada 9 Desember 2020 tersebut, saya hanya menjalan kan perintah. Mengenai anggaran bukan kapasitas saya, dan itu semua sudah ada ketentuannya dan coba aja konfirmasi pada puskesmas yang sudah melakukan kegiatan tersebut," tutur Helmi saat dikonfirmasi wartawan Siagaonline.com di ruang kerjanya.
"Sekretaris KPUD Serdang Bedagai Dharma Eka Subakti jelaskan bahwa anggaran untuk penanganan covid bagi penyelenggara pilkada telah disalurkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten dengan jumlah TPS 1443 dikalikan 9 orang per TPS dan dikalikan Rp150.000 per orang itulah jumlahnya," ujarnya.
Masih lanjut Darma, "Kami hanya penyedia anggaran melalui pemerintah pusat, namun pihak penyelenggara tes rapid adalah wewenang dinas kesehatan merekalah yang mengetahui dikemanakan nya anggaran tersebut, tanyakan saja kadis nya," jelas dharma
Di tempat terpisah ketua DPD LSM WGAB (Wadah Generasi Anak Bangsa) SUMUT, Gerson Siringo-ringo mengatakan bahwa, LSM bukan untuk diadu domba dengan lembaga apapun, dikarenakan LSM adalah salà h satu lembaga yang masih punya nama baik di negara ini. Terlebih-lebih LSM dan wartawan adalah sebagai mitra kerja yang baik dalam menghimpun informasi bagi media.
"Jadi saya berharap dinas dinas dan sekretaris yang suka mengaku seorang LSM hendak nya dapat diberi sanksi tegas, dengan menutupi memberikan informasi pada media diduga ada apanya. Diminta kepada Sekertaris Daerah (Sekda) Sergai dapat memberi penjelasan bijak pada jajaran nya dalam memberi informasi dengan tidak mengaku ngaku atau menjual nama LSM," ucap Gerson.
"Lucu pejabat Publik ngaku LSM, ironisnya untuk menutupi kesalahanya dijadikan Tameng LSM media tidak terikat dalam pemerintahan. Kalau ada pejabat mana sambil mabuk lucu yang ngaku LSM/Wartawan sudah selayaknya tidak dipakai," tutupnya.
(Darma)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...
| Berita Terkini | Indeks |