Breaking News
Wabup Bintan Deby Maryanti Terima Sertifikat Eliminasi Malaria Dari Kementerian Kesehatan RI | Herman Deru Paparkan Strategi Cetak 100 Ribu Sultan Muda pada Financial Literacy Award 2026 | Sekda Edward Candra Tegaskan Komitmen Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan di Sumsel | Herman Deru Tegaskan Persetujuan Raperda APBD 2025 Jadi Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah | Ketua DPRD Siak Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polisi | Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Tanam 100 Bibit Mangrove |

Satgas TMMD 110 Bojonegoro Bantu Peluang Pasar Pengerajin Tikar Pandan
Selasa 02 Maret 2021, 09:36 WIB
Siagaonline.com, BOJONEGORO - Tikar Pandan merupakan alas tempat tidur tradisional yang ada sejak zaman kerajaan di Pulau Jawa, banyak masyarakat yang sudah tidak menggunakan alas tikar pandan saat era modern saat ini, dan lebih memilih karpet atau bahan plastik lainnya.

Namun meski demikian masih ada pengerajin tikar pandan di Dusun Kalongan, Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro yang kebetulan ditempati lokasi TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke 110.

Serda Edi Prayitno Personel Satgas TMMD Ke 110 mengunjungi ibu Simah (48) pengerajin tikar pandan dalam bahasa jawanya Kloso, untuk menjadikan semangat dan juga solusi peluang dalam memasarkan tikar pandan tersebut.

"Tikar pandan ini harganya masih tergolong murah, namun tidak mudah dibuatnya, dan pasarannya mulai sepi karena masyarakat memilih yang modern di era saat ini," Kata Serda Edi Prayitno, Rabu (24/02/2021).

Dengan perlahan Serda Edi Prayitno memberikan masukkan agar pengerajin pandan mau merubah mindset cara berdagang dengan meminta bantuan anak-anak muda melalui internet dan dagang online agar tikar pandan bisa dikenal oleh khalayak luas dan harganya pun bisa mahal.

Kelebihan tikar pandan ini merupakan tikar tradisional yang jarang sekali ditemukan sehingga tergolong karya tradisional yang mempunyai nilai karya seni tinggi. Karena dibuat mulai awal memakan banyak cukup waktu hingga satu hari untuk satu lembar tikar.

"Tikar terbuat dari pohon pandan ini sudah langka sebenarnya, namun akan menjadi mahal jika masyarakat mau menghargai karya masyarakat pelosok ini," tambah Serda Edi Prayitno.

Sehingga diharapkan kepada anak-anak muda bisa membantu peluang pasar untuk barang-barang kerajinan yang dibuat secara tradisional ke khalayak luas dan bisa memiliki harga tinggi.(Pendim 0813)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda


Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top