Breaking News
Rp3,1 Miliar Dana KONI Simeulue Belum Dipertanggungjawabkan, Marwan : Penggunaan Uang Negara Harus Transparan  | Satu Kilogram Sabu dan 246 Ekstasi Disita, Polres Rohul Ungkap Jaringan Narkoba di Rambah | Wujudkan Harapan Warga, Pemdes  Bangun Rejo Realisasikan  Pembangunan Jalan Cor Beton | Semarak HUT RI, Wali Kota dan Wawali Kota Pekalongan Sapa Warga Lewat Jalan Sehat | Pemkab Kuansing Perkuat Tata Kelola Keuangan, Tunda Bayar dan Hak PPPK Jadi Prioritas | Usai Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Gerak Cepat Bersihkan Tepian Narosa. |

Inpres Nomor 2 Tahun 2021, Gubri: Kami Akan Melaksanakan Sesuai Amanah
Selasa 09 November 2021, 20:08 WIB
Siagaonline.com, Pekanbaru - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Riau akan melaksanakan amanah dari Instruksi Presiden No.2 tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan Tim Komisi IX DPR RI dalam rangka mendapatkan bahan atau data terkait pengawasan terhadap kesiapan dan dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menerapkan Instruksi Presiden No.2 tahun 2021 di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (9/11/2021).

"Kami di provinsi Riau tentunya tetap melaksanakan Amanah ini sesuai dengan wilayahnya masing-masing, artinya ada kegiatan di Provinsi dan juga ada kegiatan di Kabupaten/Kota," kata Syamsuar.

Terangnya, untuk kegiatan di Provinsi tentunya telah dilaksanakan berbagai kegiatan, antara lain pemerintah provinsi telah memberi perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 16.800 pegawai tidak tetap pemerintah Provinsi Riau untuk dua program.

"Program tersebut di antaranya jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian melalui APBD Riau," terangnya.

Kemudian telah membuat instruksi Gubernur nomor 230 tahun 2021 tentang kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Riau tanggal 29 oktober 2021 sebagai tidak lanjut dari Inpres nomor 2 tahun 2021 optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Selanjutnya meningkatkan pengawasan ketenagakerjaan melalui program pengawasan yang di biayai APBD Provinsi Riau dalam rangka penegakan hukum ketenagakerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap perusahaan dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

"Khususnya yang berkenaan dengan pemenuhan hak-hak yang normatif pekerja di antaranya jaminan sosial ketenagakerjaan," ucap Syamsuar.

Pemerintah Provinsi Riau juga melakukan koordinasi dan kolaborasi secara rutin dan intens dengan BPJS tenaga kerja provinsi Riau dalam rangka menyusun dan melaksanakan program peluasan serta pembentuk tim terpadu untuk turun ke perusahaan yang belum memberikan jaminan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

"Selain itu melaksanakan FGD untuk perusahaan sektor perkebunan yang melibatkan tenaga kerja bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau," pungkasnya.

Turut Hadir Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Jaja Subagja, Tim Komisi IX DPR RI, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Riau Jonli, Perwakilan dari 12 Kabupaten Kota Se Riau dan Organisasi Perangkat Daerah terkait serta tamu undangan lainnya.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top