Breaking News
Wabup Bintan Deby Maryanti Terima Sertifikat Eliminasi Malaria Dari Kementerian Kesehatan RI | Herman Deru Paparkan Strategi Cetak 100 Ribu Sultan Muda pada Financial Literacy Award 2026 | Sekda Edward Candra Tegaskan Komitmen Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan di Sumsel | Herman Deru Tegaskan Persetujuan Raperda APBD 2025 Jadi Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah | Ketua DPRD Siak Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polisi | Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Tanam 100 Bibit Mangrove |

Proyek Enam Kegiatan Bernilai Puluhan Milyar di Kuansing Terancam Tak Tuntas Menjelang Akhir Tahun
Kamis 23 Desember 2021, 13:04 WIB
Siagaonline.com, Kuansing - kegiatan yang menelan Puluhan Milyar anggaran yang bersumber APBD kuansing  di enam kegiatan Tahun 2021, di Dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga (Disdikpora) kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terancam tidak tuntas menjelang akhir tahun ini, Kamis (23/12/21).

Ke-enam kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi atau renovasi fasilitas lapangan limuno teluk kuantan, Venue cabang olahraga dayung Kebun Nopi, Stadion utama sport centre, Gor A dan B sport centre, dan Lapangan Tenis.

Proyek yang seharusnya selesai dikerjakan sesuai dengan kontrak pada tanggal 31 desember 2021 tahun ini, kini telah menjadi sorotan  para awak media di Kuansing, karena dari pantauan dan presdiksi dilapangan tidak akan terselesaikan pada akhir tahun ini   tinggal beberapa hari lagi menjelang berakhirnya kontrak.

Selaku pendamping hukum pada enam kegiatan tersebut, Kepala kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Hadiman, SH MH, mengaku tidak akan segan-segan menindak setiap proyek yang  mangkrak, jika ini terjadi.

"Bila ditemukan pekerjaannya asal jadi dan tidak sesuai dengan kontrak jangan dibayar. Jika ada unsur Perbuatan Melawan Hukum (PMH) maka kami tindak tegas. kami tidak akan segan-segan menindak proyek mangkrak jika ini terjadi," tegas Hadiman

Hadiman menambahkan, jika waktu di dalam kontrak sudah mau habis, sedangkan pekerjaan belum tuntas, maka pihaknya akan menyampaikan ke KPA dan PPK agar segera diputuskan kontrak dan dibayar sesuai yang terpasang dan dimasukkan perusahaannya ke daftar hitam atau blacklis.

"Jika ada yang bandel akan langsung di proses, apalagi jika ada pinjam bendera perusahaan lain pasti kami tindak," tegas Hadiman

Kajari kuasing itu mengaku, dari awal sudah mengingatkan langsung di aula Kejari Kuansing, baik dari dinas PUPR, Disdikpora, Dinas Kesehatan dan rekanan serta dari konsultan pengawas, jangan terulang kasus pada Tahun 2020 yang lalu.

"Jagan terulang kasus pada Tahun 2020 yang lalu, Kasus disdikpora dipinjam bendera sama Aries Susanto mantan Ketua KONI Kuansing maka semua terlibat mulai dari pihak peminjam bendera bersama pihak yang punya bendera bersama dengan pihak dari dinas disdikpora kami jadikan tersangka dan meraka ditahan semua," tutup Hadiman.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda


Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top