Siagaonline.com, Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat peran akademiknya dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, UNP menggelar pertemuan koordinasi internal bersama para dosen di Ruang Sidang Senat Lantai 4 Gedung Rectorate and Research Center, Kamis (8/1/2026).
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menghimpun pemikiran dan merumuskan kontribusi akademik UNP sebagai anggota Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera, yang beranggotakan 11 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Konsorsium yang dikoordinasikan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut dibentuk sebagai respons terhadap dampak bencana hidrometeorologi akibat Tropical Cyclone Senyar pada akhir November 2025.
Bencana itu menyebabkan banjir bandang, aliran sedimen pekat, kerusakan infrastruktur, permukiman, hingga lahan pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menghadirkan solusi berbasis riset dalam mendukung proses pemulihan wilayah terdampak bencana.
> "Kami mengajak Bapak/Ibu untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya yang tergabung dalam konsorsium, menyiapkan langkah-langkah strategis sesuai bidang keilmuan masing-masing agar dapat dikonsolidasikan dan disinergikan bersama perguruan tinggi lain di dalam konsorsium," ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi lintas perguruan tinggi menjadi kekuatan penting dalam menghasilkan rekomendasi yang komprehensif bagi pemerintah, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan.
Dalam konsorsium tersebut, UNP diproyeksikan berkontribusi pada sejumlah Kelompok Kerja Teknis (Pokja), antara lain bidang tata ruang, hunian dan permukiman, pendidikan serta literasi kebencanaan, ekonomi, sosial dan budaya, serta kesehatan dan dukungan psikososial. Seluruh bidang tersebut disesuaikan dengan kompetensi akademik yang dimiliki sivitas akademika UNP.
Konsorsium mengusung konsep Build Back Better, yakni membangun kembali kawasan terdampak menjadi lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahap, mulai dari penyusunan peta jalan, pendampingan dan rekonstruksi, hingga penguatan sistem serta pengembangan model pemulihan yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Melalui koordinasi internal ini, UNP menegaskan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui kajian ilmiah, inovasi, serta rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Diharapkan, kolaborasi tersebut mampu mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.
#SDGs #TPB #KonsorsiumPT #RehabilitasiPascabencana #BuildBackBetter #UNP #HumasUNP #BeritaUNP #SumateraBaratBangkit #KampusPeduliBencana #SDG11 #SDG13 #SDG17 #SinergiUntukPemulihan #PenangananBencana
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |