Breaking News
Wabup Bintan Deby Maryanti Terima Sertifikat Eliminasi Malaria Dari Kementerian Kesehatan RI | Herman Deru Paparkan Strategi Cetak 100 Ribu Sultan Muda pada Financial Literacy Award 2026 | Sekda Edward Candra Tegaskan Komitmen Perkuat Transformasi Digital Pemerintahan di Sumsel | Herman Deru Tegaskan Persetujuan Raperda APBD 2025 Jadi Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah | Ketua DPRD Siak Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polisi | Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Tanam 100 Bibit Mangrove |

Walikota Aaf Usulkan Proyek Penanganan Banjir Rob di Sungai Bremi-Meduri Diprioritaskan
Minggu 02 Februari 2025, 08:43 WIB

SiagaOnline.com, Pekalongan - Beberapa kelurahan Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan seperti Kelurahan Pasirkratonkramat dan Tirto masih menjadi salah satu wilayah yang rawan terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya air Sungai Bremi-Meduri ke pemukiman warga setempat. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan saat ini tengah berupaya mengajukan anggaran ke Kementerian PUPR untuk proyek penanganan banjir dan rob di sepanjang Sungai Bremi-Meduri agar bisa diprioritaskan.

 

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan bahwa tiga hari yang lalu, dirinya bersama Anggota DPR RI Dapil X, Rizal Bawazier sudah berkunjung ke Kementerian PUPR untuk bersama-sama mengusulkan anggaran penanganan Sungai Bremi-Meduri Kota Pekalongan senilai Rp1,4 Triliun agar bisa segera dilakukan.

 

"Adapun penanganan Sungai Bremi-Meduri yang kami usulkan berupa normalisasi dan peninggian tanggul di sepanjang sungai tersebut. Sebab, di aliran sungai tersebut belum tertangani sehingga masih rawan terjadi banjir di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat terutama Kelurahan Tirto dan Pasirkratonkramat,"ungkap Mas Aaf, sapaab akrabnya usai membuka kegiatan Sosialisasi Kewaspadaan Dini bertemakan "Menjaga Sinergitas, Untuk Ciptakan Kondusivitas Jelang Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Pekalongan di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan pada Jumat (31/1/2025).

 

Menurutnya, peninggian tanggul ditargerkan bisa ditambah 1 meter atau sama seperti tanggul yang ada di Sungai Lodji Kecamatan Pekalongan Utara dan Sungai Banger Kecamatan Pekalongan Timur yang sudah lebih dulu tertangani.

 

"Kalau di Sungai Bremi-Meduri belum ada penanganan, maka ketika intensitas hujan tinggi, air sungai penuh maka akan limpas juga ke pemukiman warga. Walaupun di wilayah itu sudah ada pompa-pompa tapi akan kurang maksimal untuk operasionalnya. Mudah-mudahan usulan kami ke Pemerintah Pusat bisa segera disetujui untuk dibantu penanganannya, sehingga proyek penanganan Sungai Bremi-Meduri itu nantinya bisa menuntaskan masalah banjir dan rob di Kota Pekalongan,"pungkasnya.
(ims/tim)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda


Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top