Breaking News
TP PKK PALI Dampingi Pengobatan Aska Sutar Syahbani, Pasien Tumor Kepala | Safari Agustusan Balqis Diab, Semarak Kemerdekaan Menyapa Warga | KKN Angkatan IV Kelompok II Universitas Serasan Mareza Putri Tasya Kunjungi Rujak Buah Pondok Bambu Desa Tegal Rejo | Robi Pembuat Rujak Buah Pondok Bambu Di Kunjungi Preity Wulandari Anastasya Program Studi Manajemen KKN Angkatan IV Kelompok II Universitas Serasan | Budi Noperle Putra KKN Angkatan IV Kelompok II Universitas Serasan Kunjungi UMKM Rujak Buah Pondok Bambu Desa Tegal Rejo | Bareskrim Polri Melakukan Penindakan Terhadap Dugaan Tindak Pidana Perjudian Darat Di Kasino |

Kepri Memiliki 387 Titik Potensial Untuk  Pengembangan Budi Daya Kelautan
Sabtu 13 November 2021, 07:22 WIB
Siagaonline.com, Tanjungpinang (Kepri) - Pejabat (Pj) Sekdaprov Kepri Ir. Lamidi berharap dengan dukungan program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, percepatan pembangunan pengembangan Perikanan seperti budidaya ikan, rumput laut, udang dan teripang dapat menjadikan Kepri yang sejahtera. Untuk itu ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri untuk dapat mengklarifikasi dan mengindentifikasi titik-titik yang layak untuk dikembangkan budidaya. 

"Baru kemudian kita dapat mengusulkan kepada KKP agar pihak Kementerian mengetahui bahwa terdapat potensi besar budidaya perikanan di Kepri, dan kemudian bisa didukung dengan program-programnya," kata Pj. Sekda saat menghadiri Rapat Teknis Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Se-Provinsi Kepulauan Riau di Ruang Rapat Utama Lt. 4 Kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang, Jumat (12/11). 

Hadir dalam rapat tersebut Direktur Pembenihan Nono Hartanto, Dekan Kelautan dan Perikanan UMRAH Noni, Kepala BPBL Batam Toha Tuaihadi, Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten dan Kota Se-Provinsi Kepulauan Riau dan Praktisi Pengusaha Budidaya Imam. 

Dalam sambutannya, Pj. Sekdaprov Lamidi memaparkan bahwa Kepri memiliki 2.408 pulau. Dari jumlah tersebut, pulau yang berpenghuni sebanyak 387 pulau. Dengan 96 persen laut dan luas daratan hanya 4 persen yang terbagi atas 7 Kabupaten dan Kota. 

"Minimalnya kita ada sekitar 387 titik yang berpotensi menjadi kegiatan lahan budidaya. Apabila ada masyarakat tinggal dipulau itu berarti ada tempat-tempat yang layak untuk dikembangkan jadi budidaya," paparnya. 

Dengan kondisi geografis seperti itu, Pj. Sekda Lamidi meyakini Kepri memiliki potensi perikanan yang luar biasa, meski di beberapa daerah masih harus dibangun infrastruktur yang memadai. 

Selain itu, Pj. Sekda Lamidi juga meminta kepada KKP untuk memberikan bantuan berupa teknologi pembibitan, yang mana kegunaannya untuk meningkatkan kualitas pembenihan di Kepulauan Riau. Selanjutnya yang kedua adalah teknologi pembuatan pakan, karena budidaya di Kepri masih bergantung pada ikan runcah (tamban dan selayang) untuk pakan yang harganya lebih tinggi. 

"Sehingga kita dapat menggunakan teknologi ini pada waktu tertentu, seperti contoh pada musim utara yang susah untuk mendapatkan bibit untuk dikembangkan serta pakan karena bersaing untuk mendapatkannya," pintanya. 

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya KKP TB. Haeru Rahayu meminta sektor perikanan budidaya agar dapat mengoptimalisasi sumberdaya perikanan budidaya secara produktif dan berwawasan berkelanjutan. 

"Kita memiliki 3 konsep ekonomi biru yaitu teknologi inovasi, ekonomi dan ekologi yang outcomenya produksi ikan yang maksimal serta berdaya saing, peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat serta perikanan budidaya yang efesien dan ramah lingkungan," tegasnya. 

Lebih lanjut, mantan Dirjen PSDKP KKP RI ini menerangkan pada tahun 2021 sampai dengan 2024 ada 3 program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Yang salah satunya dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan. 

"Terobosan kita yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk ekspor yang didukung riset Kelautan dan Perikanan dan pembangunan kampung perikanan untuk budidaya ikan air tawar, payau dan laut," terang Haeru. 

Bersamaan itu, Kepala DKP Kepri H. T. S. Arif Fadilah berharap dengan luasnya laut Kepri, Perikanan di Kepri belum maksimal, untuk itu diperlukan dukungan KKP. 

"Konsentrasi kita di bidang kelautan cukup besar, dan masyarakat Kepri sangat antusias terhadap budidaya. Maka, Dirjen Perikanan Budidaya diharapkan dukungannya," kata Arif. 

Lanjut Arif, DKP Provinsi sudah menyusun klaster-klaster mulai dari Natuna, Anambas, Lingga, Bintan dan Karimun dibidang perikanan budidaya seperti pengembangan rumput laut. 

"Dan sekarang kita sudah bisa mengeskpor hasilnya ke Hongkong, cuma kami mohon penjagaan dalam hal kestabilan harga," pungkasnya.

Editor :yani

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top