Breaking News
TP PKK PALI Dampingi Pengobatan Aska Sutar Syahbani, Pasien Tumor Kepala | Safari Agustusan Balqis Diab, Semarak Kemerdekaan Menyapa Warga | KKN Angkatan IV Kelompok II Universitas Serasan Mareza Putri Tasya Kunjungi Rujak Buah Pondok Bambu Desa Tegal Rejo | Robi Pembuat Rujak Buah Pondok Bambu Di Kunjungi Preity Wulandari Anastasya Program Studi Manajemen KKN Angkatan IV Kelompok II Universitas Serasan | Budi Noperle Putra KKN Angkatan IV Kelompok II Universitas Serasan Kunjungi UMKM Rujak Buah Pondok Bambu Desa Tegal Rejo | Bareskrim Polri Melakukan Penindakan Terhadap Dugaan Tindak Pidana Perjudian Darat Di Kasino |

Tudung Manto, Warisan Sejarah Yang Harus di Lestarikan
Senin 15 November 2021, 08:54 WIB
Siagaonline.com, Lingga - Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga bersama TP PKK Kabupaten Lingga mengelar acara Fashion Show Tudung Manto, Sempena Hari Jadi Kabupaten Lingga ke -18 tahun di taman Tanjung Buton, Daik Lingga, Sabtu (13/11/2021). Peserta merupakan perwakilan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Lingga.

Tudung Manto merupakan warisan sejarah dari Melayu Daik Lingga yang hari ini secara haknya sudah diakui. Beberapa waktu lalu, Kabupaten Lingga menerima sertifikat kekayaan Intelektual Komunal Tudung Manto dari Kementerian Hukum dan HAM, dalam bentuk Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Pengetahuan Tradisional.

Penghargaan tersebut diberikan terkait Hak Cipta dalam rangka perlindungan Pengetahuan Tradisonal berdasarkan Undang-undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Atas dasar itu, Bupati Lingga, yang turut hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan dirinya atas nama pemerintah daerah sangat mendukung dengan kegiatan ini. Geliat melestarikan, mensosialisasikan, mempromosikan bahkan membesar nama dari Tudung Manto. Dengan menggelar workshop yang telah dilakukan di Komplek Istana Damnah dan acara fashion show oleh Dinas Kebudayaan dan TP PKK Kabupaten Lingga.

"Memang sangat perlu kita dukung, kita dorong agar betul-betul menjadi roh. Kebudayaan ini memang haru bekerja dengan ikhlas. Apalagi kita sebagai Bunda Tanah Melayu," tegas dia.

Dia menegaskan selama masa pemerintahannya bersama Neko Wesha Pawelloy sebagai Wakil Bupati, kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan harus benar-benar terangkat. Sebagai Bunda Tanah Melayu hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan harus menjadi rohnya Kabupaten Lingga.

"Kita ada satu budaya seperti Sandiwara Bangsawan yang mulai memudar. Hanya karena perbedaan pandangan politik. Padahal Sandiwara Bangsawan sudah dinobatkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) RI yang berasal dari Kabupaten Lingga," papar Nizar.

Kebudayaan lanjut dia, harus benar-benar berkerja dengan ikhlas. Dan menepis segala bentuk intervensi yang masuk dari pihak manapun. Sebab banyak budaya yang ada di Kabupaten Lingga, yang keberadaannya harus diangkat, seperti Gurindam Lingga.

Pemerintah daerah juga ingin, kegiatan yang terkait Gurindam 12 yang telah dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, beberapa waktu lalu menghasilkan output yang baik.

"Kita ada Gurindam Lingga, dan itu harus diangkat pasca kegiatan Gurindam 13 yang dilakukan beberapa waktu lalu. Jadi harus ada output yang baik," tegas Nizar.

Terakhir Nizar juga meminta, dari TP PKK Lingga yang saat ini tengah serius mendalami terkait Tudung Manto, dapat meningkatkan jumlah produksinya. Saat ini hanya tersisa 20 pengrajin, dan untuk kedepannya harus mendapat penambahan jumlah pengrajin.(R/Hendri)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top