Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta Disanjung, Sungai Batang Kuantan Kembali Jernih Usai 20 Tahun Tercemar PETI
Kuantan Singingi | Jumat, 29 Agustus 2025 09:49:33 WIB
Siagaonline.com, Kuansing – Ketegasan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, dalam memberantas praktik Pertambangan Tanpa Izin (PETI) kini membuahkan hasil nyata. Sungai Batang Kuantan yang selama lebih dari dua dekade tercemar, perlahan kembali jernih.
Keberanian Kapolda Sumbar mengambil langkah tegas di wilayah yang kerap dianggap sulit disentuh ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat Riau, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi. Mereka menyebut tindakan tersebut bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan juga penyelamatan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dinilai berhasil memutus mata rantai kerusakan alam yang telah lama dibiarkan. Selama ini, sungai yang menjadi sumber kehidupan warga hanya tampak keruh akibat aktivitas tambang ilegal. Kini, berkat operasi dan penindakan aparat, kejernihan sungai kembali terlihat.
“Kalau bukan karena keberanian Kapolda Sumbar, mungkin sungai ini tidak akan pernah jernih lagi. Kami sangat berterima kasih,” ujar Dedi, seorang warga Kuansing, dengan wajah sumringah saat ditemui di bantaran sungai.
Senada dengan itu, Itot, warga lainnya, menyebut Kapolda Sumbar sebagai sosok yang berpihak kepada rakyat kecil. “Beliau berani melawan PETI yang sudah merusak lingkungan kami. Air sungai sekarang kembali bisa dipakai, anak-anak bisa mandi lagi, dan kami merasa hidup normal kembali,” katanya.
Masyarakat meyakini, langkah Irjen Pol Gatot Tri Suryanta merupakan bukti bahwa kepolisian hadir bukan hanya untuk menindak pelaku kriminal, tetapi juga menjaga kesejahteraan publik. Dampak sosial, ekonomi, hingga budaya sangat terasa dari hasil kebijakan ini.
Sungai Batang Kuantan sendiri memiliki nilai historis dan kultural bagi masyarakat Kuansing. Setiap tahun, sungai ini menjadi arena tradisi pacu jalur, yang menjadi kebanggaan daerah. Dengan air yang kembali jernih, masyarakat optimistis tradisi itu akan semakin semarak dan mampu menarik wisatawan.
“Kalau air bersih, pacu jalur akan lebih meriah. Pariwisata bisa maju, ekonomi rakyat pun ikut terdongkrak. Semua itu berkat ketegasan Kapolda Sumbar,” kata Dedi menambahkan.
Selain itu, kondisi ekosistem perlahan mulai pulih. Ikan-ikan yang sebelumnya sulit ditemukan kini kembali terlihat. Bagi nelayan tradisional, ini menjadi angin segar untuk kembali menghidupkan mata pencaharian yang sempat hilang.
Langkah Kapolda Sumbar juga memberikan kepercayaan diri baru bagi masyarakat. Mereka yakin, dengan kepemimpinan yang kuat, praktik PETI bisa benar-benar diberantas dan sungai tetap terjaga. “Kami siap mendukung kepolisian menjaga lingkungan agar tidak rusak lagi,” ungkap Itot.
Masyarakat pun berharap agar Kapolda Sumbar terus mengawal dan menindak tegas pelaku PETI, termasuk para cukong yang ada di baliknya. “Kalau hanya pekerja kecil yang ditindak, tidak akan ada habisnya. Kami percaya Kapolda mampu menyentuh aktor besar di balik PETI,” ujar Dedi penuh harap.
Dengan berbagai apresiasi itu, nama Kapolda Sumbar kini benar-benar harum di mata masyarakat Kuansing. Mereka menilai sosok Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bukan sekadar pemimpin kepolisian, tetapi juga pejuang lingkungan yang telah mengembalikan harapan hidup mereka setelah puluhan tahun tertindas oleh PETI.(Tegu)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :