Stunting Turun Drastis Jadi 6,61%, Tapsel Dapat Insentif Fiskal Rp2 Miliar dari Pusat
Siaga Sumut | Rabu, 22 Juli 2026 11:18:18 WIB
 |
| Keterangan Foto:
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan laporan pertanggungjawaban APBD 2025 yang mencakup capaian penurunan angka stunting menjadi 6,61 persen di hadapan anggota DPRD Tapsel. |
Tapsel, SiagaOnline.com - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan masyarakat setelah berhasil menekan angka stunting secara signifikan. Dari sebelumnya mencapai 15 persen pada tahun 2024, angka stunting di daerah tersebut turun drastis menjadi 6,61 persen pada tahun 2025. Capaian ini membawa Pemkab Tapsel menerima apresiasi sekaligus insentif fiskal sebesar Rp2 miliar dari pemerintah pusat, Selasa (21/7/2026).
Pengumuman capaian tersebut disampaikan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dalam Rapat Paripurna DPRD Tapanuli Selatan terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Sipirok. Menurut Bupati, penurunan angka stunting yang tajam ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor, termasuk optimalisasi peran puskesmas dan dukungan penuh dari kader kesehatan di tingkat desa.
"Capaian ini jangan membuat kita berpuas diri, tetapi harus menjadi motivasi untuk menghasilkan angka yang lebih baik lagi," kata Bupati H. Gus Irawan Pasaribu, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Tapsel, Selasa (21/7/2026).
Selain isu stunting, Bupati juga menyoroti keberhasilan penanganan kemiskinan yang tetap mengalami penurunan meskipun daerah tersebut diterpa bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Konsistensi dalam menjaga indikator kesejahteraan sosial ini dinilai sebagai bukti ketahanan ekonomi dan efektivitas program perlindungan sosial yang dijalankan pemda.
Sebagai bentuk penghargaan atas kinerja tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan insentif fiskal senilai Rp2 miliar kepada Kabupaten Tapanuli Selatan. Dana tambahan ini diharapkan dapat further memperkuat program-program prioritas, khususnya di sektor kesehatan dan pemberdayaan masyarakat rentan.
Bupati menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak, adalah kunci pembangunan jangka panjang. Melalui transformasi layanan kesehatan seperti pendorongan RSUD Sipirok dan seluruh puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pemda berkomitmen menyediakan akses layanan yang lebih cepat dan berkualitas bagi warga.
"Sinergi dan kolaborasi harus terus kita jaga untuk mewujudkan Tapanuli Selatan sesuai dengan semangat dan jargon kita, Tapsel Bangkit," pungkasnya. Dengan modal kepercayaan dari pusat dan dukungan legislatif, Pemkab Tapsel optimis dapat mempertahankan tren positif penurunan stunting dan kemiskinan di tahun-tahun mendatang.(Mubin)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :